Sabtu, 03 September 2016

Label:

Kisah Mistis Dibalik Musem Fatahilah

Museum Fatahilah, siapa yang tidak kenal dengan museum yang satu ini. Museum Fatahilah bahkan disebut sebagai salah satu ikon kota Jakarta yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Selain menyimpan banyak cerita dan peninggalan sejarah, museum yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta ini juga dikenal memiliki sederet kisah mistis yang cukup menyeramkan.

Museum Fatahilah
Memang pada saat siang hari museum ini sangat ramai karena banyak dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat tentang sejarah Jakarta. Namun saat malam hari suasana museum berubah menjadi sepi dan terkesan sangat angker, terlebih museum ini memiliki sejarah yang kelam pada masa penjajahan Hindia Belanda.

Penampakan di Museum Fatahilah

Konon, di Museum Fatahilah sering terjadi penampakan hantu yang cukup menyeramkan. Pada malam hari, banyak warga sekitar yang melihat banyak anak kecil berlarian di gedung tua tersebut. Suara-suara misterius seperti, suara teriakan, tangisan, dan langkah kaki menjadi santapan setiap hari bagi warga yang tinggal di sekitar museum. Dari kisah sejarah, bangunan yang mulai dibangun pada tahun 1620 tersebut memang memiliki kisah yang cukup tragis di masa lampau.

Alun-Alun Depan Museum

Alun-Alun Museum Fatahilah
Menurut kisah, alun-alun depan museum sempat terjadi pembantaian yang sangat sadis pada masa penjajahan Hindia Belanda. Konon, sekitar tahun 1740 silam, terjadi pembantaian sekitar 500 warga Tionghoa. Oleh sebab itu, pada waktu-waktu tertentu sering terdengar suara-suara teriakan di alun-alun museum Fatahilah. Bahkan ada beberapa warga yang mengaku sempat melihat penampakan hantu tanpa kepala di alun-alun tersebut.

Lonceng Kematian

Proses Hukuman Gantung di Museum Fatahilah
Selain dijadikan kantor pemerintahan Hindia Belanda, bangunan tua tempat berdirinya museum Fatahilah juga dijadikan tempat eksekusi hukuman mati bagi para tahanan. Sebelum eksekusi mati, orang-orang di sekitar museum diberi tanda melalui sebuah lonceng yang dikenal sebagai lonceng kematian. Jika lonceng berbunyi satu kali, maka pertanda bahwa tahanan mulai dibawa menuju ke ruang pengadilan. Bunyi yang kedua menandakan bahwa tahanan sudah berada di atas panggung tempat eksekusi, dan bunyi yang ketiga menandakan bahwa tahanan akan segera dieksekusi yang disaksikan langsung oleh pajabat pemerintahan Belanda dan hakim pengadilan.

Penjara Bawah Tanah

Dari berbagai bangunan yang ada di museum, konon ruangan penjara bawah tanah ini lah yang menjadi tempat paling angker. Karena dulunya di tempat ini sempat terjadi peristiwa yang sangat tragis. Dimana penjara yang cukup sempit dan pengap disesaki sekitar 500 tahanan. Mereka dibiarkan kelaparan hingga mati membusuk di dalam tahanan. Bahkan ada beberapa tahanan yang disiksa dengan sangat sadi.

Penjara Bawah Tanah
Tak heran, di tempat ini sering terjadi banyak penampakan yang cukup mengerikan, mulai dari hantu berwujud anak-anak hingga hantu yang berwujud pria dan wanita yang mengenakan pakaian khas Belanda namun sudah hancur. Selain itu, di penajara ini lah sering tercium bau anyir darah yang cukup menyengat. Saking angkernya, para petugas museum Fatahilah dikabarkan tak berani berlama-lama berada di tempat ini saat sedang berpatroli.

1 komentar:

  1. I think your blog is great to read and would look nicer if you always update your news, thanks
    http://www.sanadomino.com/

    BalasHapus

Tentang Kami | Kontak