Rabu, 25 Mei 2016

Label:

4 Kisah Hantu di Sekolah yang Nyata

Hampir semua sekolah di Indonesia memiliki cerita yang menyeramkan. Hal tersebut tidak lain karena banyak sekolah di Indonesia yang dibangun di tempat yang menyeramkan, ada yang di atas rawa-rawa, bahkan ada juga yang dibangun di tanah bekas kuburan. Dalam artikel ini akan disajikan 4 kisah misteri di sekolah Indonesia yang dipercaya nyata dan benar adanya.


Darah yang Tidak Terhapus

Bekas penyiksaan atau pembatantaian di masa penjajahan selalu menjadi tempat yang menyeramkan dan angker. Aura pembalasan dendam biasanya sangat terasa di tempat itu. Bahkan tak jarang hantu yang berada di tempat bekas penyiksaan biasanya cukup agresif.

Salah satu SMA di Malang merupakan bangunan bekas pembantaian para pejuang kemerdekaan. Mereka dahulu dibantai secara massal di gedung sekolah itu. Memang bangunan itu dulu bukan sekolah, namun kini telah dialih fungsikan menjadi sekolah.

Konon, banyak bekas darah di gedung SMA Malang itu yang tidak bisa dihapus. Bahkan pernah dicoba dengan menutup lantai lama dengan melapisinya menggunakan lantai baru, tetap saja bercak darah justru merembes ke atas. Karena pihak sekolah juga sudah tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya mereka memutuskan untu membiarkannya saja. Tidak hanya itu, kadang-kadang di sekolah itu terjadi kesurupan massal.


Tangisan Lirih

Kisah menyeramkan ini beredar di salah satu sekolah SMA di Surabaya. Waktu itu seorang bu guru sedang mengajar di kelas 3 IPS 3. Kebetulan suasana kelas saat itu sedang sepi. Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang menangis, sambil berbicara "bu tolong bu...".

Kaget, guru itu langsung bertanya kepada anak-anak siapa yang menangis tersebut. Guru itu marah karena merasa dikerjain oleh muridnya. Padahal saat itu memang kami sedang fokus belajar dan sama sekali tidak ada yang menangis. Ruangan itu sebenarnya memang rada angker.

Hantu di Tengah Kuliah

Mungkin kisah yang ini lebih tepat dibilang kisah hantu di kampus. Karena cerita ini datang dari seseorang yang kuliah di salah sau universitas di Bandung. Kejadiannya memang sudah cukup lama, yaitu terjadi pada mahasiswa angkatan 1998.

Pada saat itu mahasiswa angkatan 1998 sedang melaksanakan kelas sore selama kurang lebih 2 jam, dari jam 5 sampai jam 7. Kuliahnya waktu itu di lantai 2 di bangunan tua fakultas Ekonomi.

Saat dosen lagi serius mengajar, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Pintu pun terbuka, dan ternyata yang masuk adalah seorang cewek cantik dengan dandanan cukup wah alias heboh masuk ke kelas sambil bilang "Maaf Pak mengganggu…saya cuma mau lewat saja"

Si dosen tentu saja marah karena mahasiswi itu masuk jam 6, artinya dia sudah telat sekitar 1 jam.

"Sodari tahu sekarang sudah jam berapa?"

Seakan pura-pura tidak dengar, mahasiswi itu justru terus berjalan ke arah bangku belakang.

Dosen pun menaikkna nada suaranya "Anda jangan seenaknya saja yah!"

Semua mahasiswa terheran-heran karena wanita itu terus berjalan dengan santai ke arah belakang tanpa memperdulikan ucapan sang dosen. Dan sampai di ujung ruangan, tiba-tiba wanita itu menembus tembok.

Dosen dan mahasiswa dalam ruangan itu syok berat dan berhamburan lari keluar ruangan. Sejak kejadian itu, tidak pernah ada lagi kuliah sore di ruangan itu.

Siswa Korban Kecelakaan

Di salah satu sekolah U, ada seorang siswi yang meninggal tertabrak di depan sekolah. Kejadiannya terjadi pada tahun 1985. Namanya Farah, dia disuruh pulang oleh guru matematikanya untuk mengambil buku PR yang tertinggal. Sejak saat itu si Farah suka gentayangan.

Tidak lama setelah kejadian mengerikan itu, di langit-langit kelas Farah terdapat tulisan berwarna merah tua kecoklatan seperti darah yang bertuliskan "Farah".

Tapi jika diperhatikan justru huruf F nya kelihatan lebih mirip huruf P. Jadi bisa dibilang "Parah"

Pernah dicoba untuk mengecat langit-langit untuk menghilangkan tulisan itu. Tapi upaya tersebut gagal karena tulisan itu selalu muncul lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang Kami | Kontak