Kamis, 22 Oktober 2015

Label:

Boneka Hantu Menyeramkan dari Daun Pisang

Boneka hantu yang terbuat dari daun pisang? Tarsih (56), seorang wanita seniman warga Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyulap daun dan limbah lainnya dijadikan sebuah boneka. Hasil karyanya ini terlihat menyerupai boneka-boneka hantu karena wajahnya yang menyeramkan. Dari boneka hantu inilah, wanita yang juga berprofesi sebagai dalang ini akan mementaskanya dalam sebuah pagelaran wayang dari dunia lain.

Selain memproduksi boneka hantu, Tarsih juga sebenarnya banyak menghasilkan karya lain seperti souvenir hewan laut seperti udang, lobster dan ikan serta produk lainnya. Karya Tarsih sudah tersebar di seluruh indonesia, bahkan pernah dipamerkan di Malaysia dan Singapura.

Kali ini Tarsih memproduksi boneka hantu yang terbuat dari daun pisang kering atau di daerah itu dikenal dengan nama klaras gedang. Tarsih mengaku, untuk membuat boneka mahluk halus harus terlebih dulu melakukan ritual tirakat atau puasa mutih, hanya makan nasi tanpa lauk, selama tiga bulan. Hal itu menurutnya sebagai syarat agar boneka hantu yang dibuatnya dapat terbentuk dengan bagus.


"Boneka-boneka berwajah serem ini sengaja saya buat sebagai perwujudan manusia dari dunia lain. Daun kering digunakan sebagai baju, kepala menggunakan limbah plastik. Sementara untuk rambut diambil dari limbah bambu yang lembut,"  tutur Tarsih.

Di Banyumas, boneka dengan bentuk menyeramkan seperti ini disebutnya sebagai Nini Towok. konon, Nini Towok merupakan mahluk halus penunggu pawon atau tempat memasak. mahluk halus inilah yang selama ini banyak membantu para ibu dalam memasak sehingga makanan mereka terasa lezat, enak, dan tidak beracun.

Jika sudah mencapai seratus boneka tercipta, Tarsih bersama seniman lainnya akan mementaskan boneka mahluk halus itu keliling kota. Menggunakan bahasa Banyumas ngapak dan dengan cerita Nini Towok penunggu pawon yang merupakan legenda rakyat setempat. Wanita ini berharap pemerintah Kabupaten Banyumas bisa memfasilitasi rencana tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

Tentang Kami | Kontak