Sabtu, 03 Desember 2016

Kisah Seram di Balik Gerbong Maut Bondowoso

Terseram.com Bondowoso merupakan kota kecil yang sarat akan sejarahnya, ini mungkin hampir terlupakan di Jawa Timur. Kota itu adalah Bondowoso, terletak di sebelah timur Pulau Jawa yang diberdempetan dengan Kota Jember dan Situbondo.

Bondowoso juga dikenal dengan wilayah tapal kuda, yang menjadi icon nama tempat di Provinsi Jawa Timur tersebut.

Mengapa dinamakan Tapal Kuda? karena bentuknya di dalam peta mirip sekali dengan bentuk tapal kuda yang melengkung.



Beberapa kawasan yang masuk sebagai gambar Tapal Kuda tersebut adalah Lumajang, Probolinggo, Bondowoso, Jember, Situbondo, Pasuruan (sebelah timur), dan Banyuwangi.

Bukan hanya dikenal sebagai kawasan Tapal Kuda, Bondowoso pun dikenal dengan kisah seram "Gerbong Maut" yang terjadi saat masa Belanda masih berada di Indonesia, yaitu kurang lebih sekitar tahun 1947 silam, tepatnya tanggal 23 November.

Saat itu Indonesia sudah merdeka, Namun Belanda tetap belum hengkang dari Negara kita.

Sebelum peristiwa ini terjadi, Belanda melakukan penangkapan terhadap Tentara Republik Indonesia (TRI), laskar, gerakan bawah tanah, dan orang-orang secara besar-besaran, tanpa menghiraukan peran mereka dalam kegiatan perjuangan.

Kala itu ketika penyandraan mengakibatkan Penjara Bondowoso penuh dan tak mampu lagi menampung para tahanan. 

Belanda pun memindahkan 100 orang tahanan yang dianggapnya memiliki kesalahan paling berat, dari penjara Bondowoso menuju penjara Surabaya.

Saat pemindahaan tahanan ini dilakukan menggunakan alat transport yaitu kereta api. Dalam setiap gerbong diisi kurang lebih sekitar 30 orang. 

Gerbong pertama GR5769 dan gerbong kedua GR4416 masih mempunyai lubang ventilasi udara walaupun sangat kecil, namun sayang gerbong ketiga GR10152 tidak punya sama sekali, meskipun baru dibuat.

Kolonel Belanda menutup rapat-rapat setiap gerbong kereta. Hal itu dikarenakan sedang ramai gerilyawan RI, kalau ada salah satu orang yang ketahuan membawa para pejuang RI, pasti akan langsung dibunuh.

Selama di perjalanan ke Bondowoso para tahanan tak diberi makanan dan minuman oleh Belanda. Dan naas, para tahanan mati lemas kelaparan satu per satu.

Ketika tiba di Bondowoso, sebanyak 46 orang pejuang tewas karena mati lemas kelaparan dan kehausan, serta tak menghirup udara yang cukup.

Sisa pejuang yang selamat pun disuruh paksa untuk memindahkan mereka yang tewas. Mereka harus berhati-hati karena bisa saja kulit tahanan yang tewas akan terkelupas, karena kepanasan dan terpanggang dalam gerbong baja kereta api.

Nah sejak itu, Bondowoso dikenal dengan kisah seramnya "Gerbong Maut". Untuk mengingatkan kita terhadap kekejaman penjajah Belanda pada negara Indonesia.

Kini kereta api Gerbong Maut tersebut disimpan dengan baik di Museum Brawijaya yang berada di Jalan Ijen No.25, Malang, Jawa Timur. 

Sedangkan, ada sebuah monumen gerbong kereta di pusat kota Bondowoso yang diberi nama "Monumen Gerbong Maut".

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram