Minggu, 06 November 2016

Label:

Legenda Putri Ara, Titisan Sang Bulan

Namanya Ara, dia adalah seorang gadis yang dikenal di banyak negara, dengan beragam nama. Dia adalah gadis yang disebut-sebut sebagai putri bulan. Karena jiwanya terbuat dari cahaya bulan. Ara memiliki perawakan cantik rupawan layaknya seorang putri. Tapi memang dia seorang putri, hanya saja tidak seberuntung putri lain yang menikah dengan pangeran, Ara justru tidak pernah menikah.

Ara memiliki bola mata yang buta. Ia bisa hidup dengan normal berkat bantuan seorang malaikat dari surga yang menjelma sebagai rubah peliharaan. Bersama rubah putih itulah Ara menjalani kehidupan sehari-harinya di Bumi, layaknya manusia normal.



Ara memiliki rumah di Padang Rumput yang luas. Rumahnya dikelilingi dengan air di mana-mana. Ada sungai dan air terjun. Ara juga berkebun bunga. Ia menanam banyak bunga. Meskipun ia sendiri tidak pernah dapat melihat bunga yang ditanam.

Ara tinggal di sana sendirian hingga bertahun-tahun lamanya. Perlu diketahui, Ara itu memiliki tubuh yang tidak akan pernah menua karena mayoritas tubuhnya memang terbuat dari cahaya. Hingga memasuki era modern, barulah lingkungan tempat Ara tinggal ditemukan oleh seseorang yang sedang mengembara.

Ia adalah seorang pangeran yang berperilaku agak buruk. Suka sekali bertarung dan membuat onar. Sampai-sampai raja marah dan mengusirnya. Hingga akhirnya pangeran pun memutuskan mengembara keliling dunia sampai ia bisa merasa tenang dan menemukan tujuan hidupnya.

Sampailah pangeran di sebuah bukit yang menjulang tinggi. Bukit di mana keajaiban ada. Ia memacu kudanya lebih cepat, sayangnya kudanya tidak bisa berlari lagi karena kelelahan. Akhirnya ia pun berjalan kaki mendaki bukit. Walaupun kelihatannya cuma satu, ternyata ini bagaikan sebuah bukit yang misterius. Karena setelah selesai mendaki dan menuruni satu bukit. Langkah pangeran kembali dihadapkan pada bukit yang tampak sama. Begitu terus hingga 9 kali.

Dan pada saat memasuki bukit terakhir. Alarm di rumah Putri Ara berbunyi. Ia panik bukan main kenapa sihirnya bisa ditembus. Selama ini tidak ada satu pun manusia yang berhasil menembus bukit hingga begini jauh. Siapakah yang berhasil menembus pertahanan sihirnya?

Maka Ara pun memerintahkan rubahnya untuk memantau siapakah orang ini. Sekembalinya rubah pada Ara, sang rubah berkata bahwa yang berhasil menembusnya adalah seorang pangeran. Sayangnya pangeran sudah kelihatan sangat lelah, kelaparan, dan haus. Mungkin bakalan mati. Jadi putri ara sebaiknya tenang saja.

Namun Ara justru marah pada rubah. Seharusnya rubah itu menolong pangeran. Ara tidak mau ia mati di sekitar sini karena akan membuat sihirnya melemah dan memicu munculnya kabut hitam mengerikan. Maklum, sihirnya adalah sihir putih. Bilamana ada orang yang mati karena berusaha menembus sihirnya, maka akan memperlemah sihirnya. Ia tidak mau sampai sihir pertahanannya lenyap karena ini dibuatnya selama ratusan tahun lamanya.

Maka Ara dan Rubah pun menolong pangeran. Begitu pangeran sadar. Ara kembali mengantarkan pangeran ke kehidupan manusianya di luar sana. Begitulah akhirnya legenda ini dimulai diceritakan dari mulut ke mulut. Semenjak pangeran dikembalikan ke kehidupan manusia. Ia banyak menceritakan kepada orang-orang tentang seorang putri buta yang sangat cantik. Yang bisa menyembuhkan penyakit dengan cahaya dan air di tangannya. Ia memelihara binatang aneh berbulu putih yang tampak seperti rubah dan kucing.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram