Kamis, 06 Oktober 2016

Menggemparkan! Inilah Cerita Kutukan Abadi Keluarga Chinese "Han Wee Sing" di Lasem

Pada zaman dulu, masyarakat memang masih begitu percaya pada "kutukan", pada sumpah serapah yang dapat menjadi kenyataan. Contohnya kisah Malin Kundang. Kisah ini dipercaya benar-benar pernah terjadi, anak durhaka mendapatkan azab dan kutukan menjadi batu.

Cerita itu berkembang pula di Pulau Jawa. Tepatnya di daerah Lasem Jawa Tengah. Ada kutukan semacam malin kundang, tapi justru lebih mengerikan karena berlaku tanpa henti, di sepanjang trah orang yang mengutuk.



Dikisahkah pada zaman dulu, ada seorang saudagar kaya. Dia seorang chinese yang bernama Han Wee Sing. Dia kaya raya berkat berbagai macam lini usaha yang dijalankan. Dia memiliki dua orang anak, bernama:

1. Han Te Su
2. Han Te Ngo

Kedua anak lelakinya itu hidup bergelimang harta. Tanpa pernah memikirkan bekerja. Hanya Han Wee Sing saja yang bekerja. Kedua anaknya gemar sekali menghamburkan uang untuk berjudi. Hingga harta Han Wee Sing menjadi morat-marit dan menyusut drastis karena perilaku buruk anak-anaknya.

Memikirkan anaknya tumbuh dengan moral yang rusak demikian, Han Wee Sing lambat laun jatuh sakit. Kesehatannya memburuk. Sampai akhirnya dia meninggal. Sebelum meninggal dia melihat anaknya terus-menerus menghabiskan uang untuk judi, sampai benar-benar keluarga chinese ini bangkrut.

Untuk memakamkan jasad Han Wee Sing saja, kedua anaknya tidak mampu karena kehabisan uang. Tiap kali disumbang oleh kerabat dan orang-orang yang kenal dengan ayahnya, uang itu kandas untuk main judi. Hingga suatu hari, arwah Han Wee Sing mendatangi kedua anaknya.

Arwah Han Wee Sing mengutuk mereka, katanya, "keturunanku, termasuk kamu kedua anakku, dan seluruh cucu-cicitku kelak. Bila tinggal di Lasem maka akan sengsara. Yang laki-laki akan menjadi bangkrut. Dan yang perempuan akan menjadi mandul."



Kedua anak Han Wee Sing takut sekali dengan kutukan mendiang ayahnya ini. Maka mereka memutuskan lari ke surabaya. Dan tidak pernah lagi menginjakkan kaki di lasem. Seluruh keturunan mereka diwanti-wanti agar tidak bepergian melintasi Lasem, baik via jalur darat maupun udara. Mereka dilarang keras tinggal di Lasem, hingga kapanpun. Dan kedua anak durhaka itu berharap wasiatnya ini akan terus diingat hingga kiamat kelak.

Hayoo, yang berasal dari keluarga chinese, segera cek silsilah keluarga kalian. Jangan-jangan Han Wee Sing adalah kakek buyut kalian. Jangan pernah lewat atau tinggal di Lasem, ya? Ngeri soalnya. Daripada celaka. Terus jangan lupa doakan almarhum Han Wee Sing biar tenang.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram