Sabtu, 01 Oktober 2016

Kisah Sepatu Intathurta, Sepatu Mistisnya Para Algojo dari Suku Aborigin

Semua orang dewasa pasti tahu siapa itu Suku Aborigin. Mereka adalah penduduk asli Benua Australia. Yang eksistensinya makin tergusur dari hari ke hari. Sebagai sebuah masyarakat etnis tradisional, Suku Aborigin memiliki tradisi pengadilan hukum juga. Mereka beberapa saat mesti melakukan hukuman mati kepada terdakwa, melalui tangan-tangan para algojo.

Algojo di Suku Aborigin memiliki julukan yaitu: Kurdaitcha. Pekerjaan menjadi algojo tidaklah mudah, apalagi saat akan melakukan prosesi "membunuh terdakwa". Para Kurdaitcha ini wajib mengenakan atribut berupa alas kaki sakral, yakni: Sepatu Intathurta.



Sepatu ini tidak main-main. Hanya para algojo saja yang boleh memakainya. Cara memakainya pun tidak biasa. yaitu: para algojo harus dikerat jari-jarinya, terutama kelingkingnya. Maka tak heran bila para algojo suku Aborigin menjadi cacat pada bagian jari kaki. Entahlah apa fungsinya mengerat (memotong jari), ini adalah bagian dari ritual pemakaian Intathurta.

Sepatu Intathurta terbuat dari jalinan bulu burung yang dianyam dengan rambut manusia. Kemudian direkatkan dengan darah burung. Sepatu ini sangat suci bagi suku Aborigin. Karena hanya dikenakan saat akan melakukan ritual pengadilan hukum saja. Biasanya yang dihukum mati oleh para algojo itu adalah yang melanggar adat berat. Hukuman mati ibarat kutukan.



Pada saat hendak mengenakan sepatu mistis ini, para algojo atau Kurdaitcha itu akan dilunakkan tulang kelingkingnya yang menonjol dengan cara dibakar dengan sebongkah batu yang berkobar api panas. Bayangkan saja pasti sangat sakit.

Meski kejam, tapi inilah pakem, inilah adat. Harus dijalankan. Sebagai upaya pembersihan diri para algojo dan supaya mendapatkan kekuatan dalam mengeksekusi para terpidana kasus. Supaya para algojo menjadi terampil membunuh, sekali tebas, langsung matilah para terdakwa.

Fenomena Sepatu Intathurta ini mendapatkan perhatian khusus oleh para ahli antopologi budaya. Banyak antropolog yang sampai geleng-geleng tak paham, apalah yang menyebabkan sepatu ini bisa hadir sedemikian artistik dan mistis.

Di balik kejamnya sistem adat pemakaiannya. Sepatu Intathurta sesungguhnya adalah karya seni yang sangatlah jenius. Bagaimana bisa anyaman bulu burung dan rambut manusia bisa merekat begitu kuat hanya dengan dikucuri darah? Para antropolog ini yakin pasti ada bahan lainnya yang digunakan sebagai campuran, yang berfungsi sebagai lem.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram