Rabu, 14 September 2016

Kisah Mistis Rawa Pengantin Bekasi

Sudah sejak lama Bekasi terkenal sebagai salah satu daerah penghasil padi. Banyak warga Bekasi yang memilih profesi sebagai petani karena luasnya areal persawahan di daerah tersebut. Selain banyak areal persawahan, Bekasi juga memiliki banyak rawa-rawa yang sangat luas dan berlumpur. Kedalaman lumpur diareal rawa-rawa tersebut mayoritas hanya sepinggang orang dewasa.

Namun diantara rawa-rawa tersebut, ada salah satu rawa yang terkenal dengan aura mistisnya, yakni Rawa Pengantin. Namun tidak ada salah seorang pun yang mengetahui asal-usul nama Rawa Pengantin. Rawa Pengantin sendiri adalah sebuah rawa yang airnya tidak pernah kering. Meskipun daerah disekitarnya mengalami kemarau yang sangat panjang, namun air di Rawa Pengantin tak pernah kering. Sehingga bisa tetap menjadi sumber pengairan bagi para petani setempat.

Rawa Pengantin
Letaknya yang sangat jauh dari pemukiman warga dan tak bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor membuat Rawa Pengantin jarang dikunjungi oleh warga setempat, termasuk hanya untuk sekedar memancing. Menurut cerita warga setempat, ada sepasang ikan gabus raksasa yang terus bergerak mengelilingi Rawa Pengantin. Menurut warga setempat, kedua ikan gabus ini lah yang menjadi penunggu Rawa Pengantin. Mungkin karena hal itulah tempat tersebut lebih dikenal dengan sebutan Rawa Pengantin.

Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan di Rawa Pengantin. Pertama, para pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengganggu atau bahkan menangkap sepasang ikan gabus jika mereka menemukannya. Kedua, adalah larangan untuk memancing di Rawa Pengantin pada hari Jum’at.

Pernah ada suatu kisah nyata mengenai seorang pemacing dari luar kota yang mendatangi Rawa Pengantin pada hari Jum’at. Meskipun sudah diperingatkan agar tidak memancing, namun pemancing tersebut justru nekat pergi ke Rawa Pengantin untuk memancing seorang diri. Sesampainya di tempat tersebut, ia langsung menyiapkan berbagai peralatan pancingnya. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya umpannya dimakan ikan dan ia dengan sesegera mungkin menarik kail pancingnya. Ternyata umpannya berhasil dimakan oleh ikan gabus, namun bukan ikan gabus biasa. Karena saat ditarik ke permukaan, ikan gabus tersebut bentuknya semakin lama semakin membesar dan bahkan hampir memakan si pemacing tersebut.


Karena ketakutan, ia berlari tunggang langgang dan meninggalkan alat pancingnya di Rawa Pengantin. Sesampainya di perkampungan warga, ia langsung pingsan karena merasa kelelahan setelah berlari dengan jarak sangat jauh. Setelah tersadar, ia pun langsung menceritakan kejadian yang ia alami.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram