Selasa, 13 September 2016

Bagaimana Alien Menurut Anak Indigo?

Di suatu obrolan di antara praktisi spiritual, seorang biksu berceramah tentang sosok Dewa. Bahwa Dewa itu tinggi di langit sana. Dewa itu jauh di langit ketujuh sana.

Tiba-tiba seorang gadis nyeletuk, bertanya, "apakah Dewa itu alien?"

Sang Biksu tersenyum dan berkata, "hussst, kamu yang juga Alien, diam dulu..."

Maka seisi ruangan tertawa, termasuk gadis itu. Dia tidak pernah lupa kejadian ini. Dia merenungkannya hingga dia dewasa. Dan gadis itu, kini kita kenal sebagai salah satu sosok sesepuh di komunitas Indigo Indonesia. Dia memiliki aura yang sangat bagus, jernih. Wibawanya juga berkilau. Dia cantik dan punya banyak teman. Admin juga mengenalnya.



Kisah gadis itu mendadak buat admin berpikir acak, saling menautkan informasi. Perihal alien dan anak Indigo. Memang beberapa anak Indigo memiliki perasaan yang tajam (intuisi) bahwa dirinya seorang alien. Bahwa dirinya bukan berasal dari planet Bumi. Bahwa jiwanya yang terdahulu merupakan penghuni bintang-bintang di langit atas sana.

Anak Indigo memiliki jiwa yang tua. Yang telah menitis sekian kali. Mengejawantah dalam rentang kehidupan yang berbeda. Anak Indigo pada beberapa kesempatan sering merasa dirinya memiliki ayah dan Ibu dari bintang yang jauh. Memiliki saudara kembar di planet lain. Memiliki misi cinta kasih untuk Bumi. Yang ia bawa dari planet terdahulu.

Pertanyaannya kini, apakah sebenarnya perasaan bahwa dirinya alien itu cuma imajinasi ilusi? Cuma hoax yang kebetulan mendapatkan pembenaran ilmiah karena banyak massa (orang yang percaya)? Tidak juga. Admin sendiri percaya kalau anak-anak Indigo itu memang asing untuk spesies makhluk Bumi. Anak Indigo memang berasal dari langit-langit yang tinggi pada kehidupan sebelumnya.

Mereka memang memiliki ikatan dengan bintang-bintang, seperti Lyra, Pleiades, Alnitak, Alnilam, Mintaka. Dan lain sebagainya. Mereka memang adalah ruh-ruh yang dingin. Yang mengandung energi dingin luar biasa besar. Kalian tahu apa itu dingin? Dingin mengindikasikan ringannya ruh. Ruh yang suci. Ruh yang menitis untuk menyempurnakan diri, pada perjalanan menuju Tuhan. Semua anak indigo berharap kelahirannya di Bumi kali ini adalah yang terakhir. Mereka berharap bisa moksha, berjumpa Tuhan, setelah mati kelak.


0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram