Minggu, 04 September 2016

Label:

7 Musik Klasik Instrumental Terangker dan Terseram Bila Didengarkan (BAGIAN 2)



Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel yang berjudul 7 Musik Klasik Instrumental Terangker dan Terseram Bila Didengarkan (BAGIAN 1). Kemarin sudah dipaparkan 3 musik klasik terangker dan terseram antara lain: Ave Maria by Schubert, Don Giovanni Overture K.527 by Wolfgang Amadeus Mozart, dan A Mighty Fortress is Our God by Johann Sebastian Bach.

Kali ini kami akan memaparkan 7 musik klasik selanjutnya. Tentu saja ketujuh musik di bawah ini tak kalah angker dan seram. Simak ya dan silahkan dengarkan juga, supaya kamu sepakat dengan kami bahwa musik di bawah ini memang angker.




4. Largo by George Frideric Handel

Seorang komposer Jerman bernama Handel ini melalui lagu Largo seperti sedang menumpahkan sedekit demi sedikit kerikil penderitaan pada opera. Menumpahkan kegelisahan jiwa paling dalam. Menyatakan siap untuk menantang takdir. Apapun yang terjadi, hidup harus terus dijalani. Dan dengan Largo, segala sesuatu menjadi mungkin.


5. Clair de Lune by Claude Debussy

Komposer asal Perancis ini namanya tak begitu dikenal awam, kecuali oleh mereka yang secara khusus mendedikasikan diri untuk musik. Lagu Clair de Lune terdengar seperti sorot cahaya bulan di kegelapan. Yang secara khusus dimainkan untuk memanggil arwah perempuan yang dicintai.

6. Moonlight Sonata by Ludwig van Beethoven

Semua penikmat musik kenal dengan lagu Moonlight Sonata. Musik klasik instrumental ini merupakan surat cinta yang ditulis Beethoven kepada muridnya yang ditaksir, yaitu: Giulietta Guicciardi. Musik klasik ini membawa pendengarnya kepada suasana kelam sakit hati mendalam. Mendengar penderitaan seorang lelaki jenius musik yang kehilangan pendengarannya (tuli) dan cintanya tertolak oleh gadis pujaannya.

7. Raindrop Prelude in D-Flat Mayor by Frederic Chopin

Musik klasik instrumental ini menjadi sebuah lagu yang mengiris hati. Alunan tuts piano benar-benar terdengar seperti sebuah tetesan air hujan (raindrop). Tetesan kesakitan yang berdarah-darah tapi tegar. Chopin menawarkan sensasi sakit hati yang bertubi-tubi. Dari awalnya rasa sakit bisa ditahan, kemudian dengan sangat emosional dikeluarkan semua. Pecah!

Bagaimana perasaanmu setelah mendengarkan ketujuh lagu itu? Miris? Takut? Nangis? Atau malah geleng-geleng merasa biasa saja. Wah, inilah yang namanya apresiasi musik, selalu terjadi perbedaan kesan.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram