Jumat, 05 Agustus 2016

Label:

Konsep Ketuhanan Mistik Dewa Ruci

Ada begitu banyak filsafat mengenai wujud Tuhan. Ada begitu banyak pemahaman mengenai sifat dan asma Tuhan. Salah satu konsep mengenai Ketuhanan tentu saja adalah konsep Dewa Ruci. Bahwa Tuhan digambarkan sebagai sesosok dewa misterius berbadan kecil yang menghuni alam raya ini. Saking kecilnya, Tuhan bisa masuk ke dalam apapun dari yang terlihat hingga tak terlihat, seperti: hati manusia.



Menurut Koentjaraningrat, bahwa masyarakat kejawen memiliki sumber utama pengetahuan mengenai Ketuhanan dari Serat Nawaruci. Dalam keagamaan di Jawa-Bali, sosok Tuhan itu bernama Dewa Ruci. Adapun konsep mistik mengenai Dewa Ruci ini memiliki dua simpul pemahaman, yaitu:
  1. Pemahaman bahwa Tuhan itu bersifat panteistik. Artinya Tuhan memiliki sifat yang besar, tak terbatas, dan meliputi seluruh semesta alam. Namun Tuhan juga amat kecil hingga ia bisa menjadi milik segala sesuatu.
  2. Pemahaman bahwa Tuhan itu bersifat monistik. Artinya Tuhan memang Maha Besar, namun dapat melingkupi jagad kecil, yang berupa manusia. Maka dari itu muncul pemahaman lain bahwa bagi manusia yang mengenal dirinya, maka akan mengenal Tuhannya.

Dewa Ruci adalah sebuah simbol saja sebenarnya mengenai bagaimana manusia harus melakukan konseptualisasi mengenai wujud, asma, dan sifat Tuhan. Bahwa Tuhan yang dalam teks-teks agama samawi selalu digambarkan Maha Besar, ternyata juga adalah Maha Kecil. Manusia harus sanggup seperti Bima dalam kisah pewayangan yang berani masuk ke dalam telinga Dewa Ruci, meskipun tubuh Bima lebih kecil dari Dewa Ruci.

Ini sama saja dengan manusia, meski manusia masih memiliki tubuh fisik yang membelenggu ruh. Manusia harus percaya bahwa ia dapat berjumpa dengan Tuhan melalui hatinya, dengan cara menyelamati hatinya sendiri yang tak terlihat dan kecil. Namun ternyata amat luas. Sebagaimana dalam kisah diceritakan bahwasanya setelah Bima masuk ke dalam telinga Dewa Ruci, ia kagum bukan main betapa luasnya pengetahuan Dewa Ruci itu. Meski tubuhnya kecil, di dalamnya terdapat sesuatu yang amat luas.

Begitulah kiranya konsep Ketuhanan mistik mengenai Dewa Ruci. Sebenarnya Serat Nawaruci yang konon dikarang oleh Yasadipura I, guru dari pujangga Jawa Ranggawarsita, hendak memberikan pelajaran tentang bagaimana manusia harus memahami wujud, asma, dan sifat Tuhan. Serat ini tidak hendak mengajarkan bahwa Tuhan itu adalah Dewa Ruci, sebagai sesosok personal.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram