Kamis, 22 Oktober 2015

Label:

Cerita Zombie Janda Mati di Sekolah

Malam minggu kali ini, tidak seromantis malam mingguan seperti biasanya, lebih menyeramkan dan menegangkan rasanya. Pacarku, Devi, bercerita tentang kisah yang mengerikan.

Devi pada saat itu bercerita tentang sesosok guru yang berstatus janda dan masih berumur 20 tahun. Janda tersebut baru ditemukan dengan mengenaskan mayatnya tadi pagi, di sekolah tempat dia mengajar, yaitu SMA 19.

Mayatnya ditemukan dengan beberapa bagian tubuhnya yang hilang. Tanpa lengan kanan, isi perutnya kosong, dan beberapa bagian lainnya terlihat terdapat bekas gigitan.

Tidak jelas siapa pelakunya, tapi kejadian tersebut membuat gempar SMA 19. Devi berhasil menularkan ketakutannya padaku, ceritanya membuat tubuhku merinding.

“Makasih yank, malam ini kamu mau dengerin cerita aku, Beban takutku jadi berkurang sekarang”, Devi menutup ceritanya.

Dalam hati aku menjawab, “Ya, tapi sekarang aku takut banget…

Sebenarnya malam ini aku pengen nginep aja dirumah Devi karena aku takut, cuman aku malu, jadi aku memaksakan diri untuk pulang dan mengakhiri malam mingguanku sama dia.

Dalam perjalanan menuju Terminal Bis, waktu itu sekitar jam 9, tapi ketika itu perutku mulai terasa berisik minta di isi. Sialnya sepanjang perjalanan, aku tidak menemukan toko atau warteg sekalipun.

Dan akhirnya ada satu warung makan di depan, ... namun ternyata sudah tutup....

Tapi penderitaanku kayaknya baru dimulai, tiba-tiba aja lampu diseluruh jalan dan rumah, MATI. Sekarang suasana menjadi gelap dan benar-benar sangat gelap, sekarang aku benar-benar takut…


Panik memang, tapi aku nyalain lampu flash di Handphone dan aku lanjutin perjalanan dengan perlahan dan sambil mencoba untuk sedikit menenangkan diri. Tapi ditengah malam yang sudah sepi itu, aku seperti mendengar seseorang berjalan mengikuti dibelakangku. Saat itu aku gak berusaha mempercepat langkah sedikitpun, dengan harapan tidak ada apa-apa dibelakangku…

Sampai akhirnya aku mendengar perempuan nyanyi diringi petikan gitar, suaranya tepat dirumah dekat persimpangan aku berjalan.

Nadanya terdengar indah tapi liriknya menusuk, “Dengarlah di Belakangmu,,, Suara Langkah Kaki Menujumu,,, Jalanlah Terus Dia Mengikutimu,,,, Berencana Membunuhmu,,, Cepat,,, Cepat,,, Cepat…”.

Sontak aku merinding denger lagu tersebut, dan disini aku mulai berlari-lari kecil ....

Hingga sampailah aku di daerah yang sangat sepi, seolah tak ada rumah satupun. Dan aku mulai gak nyaman berada di tempat itu, aku mulai memelankan langkahku.

Di depan terlihat bayangan seorang wanita menghampiriku, yang membuatku takut dia jalannya pincang, selain itu tangan kirinya membawa cerulit. Pikirku buat apa kegunaan cerulit tersebut ditengah malam gini.

Tapi aku berpikir untuk kembali kebelakang, namun sekarang aku denger jelas langkah kaki, seseorang dibelakang yang tadi ngikutin. Disini aku mulai panik, benar-benar sangat panik. Dan benar-benar gak tau apa yang harus kulakuin.

Lalu aku liat sebuah cahaya dari sebuah bangunan, dan di seberang ada jalan kecil untuk masuk kesana. Tanpa pikir panjang aku lari kejalan kecil tersebut, pikirku jika disana ada cahaya, pasti ada seseorang yang dapat membantuku.

Aku lari sekencang-kencangnya. Ternyata ada pintu besi yang menghalangi aku masuk. Dan “Ya Tuhan” ternyata dua orang dibelakang masih berjalan mengikutiku masuk, dan hanya sekian langkah lagi menghampiriku. Aku bingung, pintunya terkunci, dan aku hanya berusaha mendobrak dengan kakiku, sekeras mungkin, sepertinya tidak berguna, pintu tersebut tidak juga dapat terbuka.

Gilanya, ditengah pintu yang mustahil kubuka. Sekarang dua orang tadi, udah hampir berada di dekatku. gak mungkin aku kembali, aku langsung berusaha naik memanjat ke pintu tersebut. Saat aku berusaha untuk terus naik. Aku terkejut, ada yang memegang kaki kudan berusaha menarikku jatuh.

Di tengah ketakutan dan kepanikan, aku menendang-nendang, dan aku rasakan tendangan kerasku tepat mengenainya, dan terdengar suara retakan kepala. Sampai diatas, aku langsung meloncat masuk kebangunan itu.

Disini aku pikir dua orang stres tersebut tidak akan mengikutiku lagi, dan aku mulai merasa tenang. Namun dugaanku salah, dibelakang kulihat, satu pria idiot dan wanita stres tadi berusaha ikut naik juga. Aku langsung lari menuju cahaya yang dari tadi aku lihat. Aku berlari terengah, hingga sampailah aku ditempat cahaya berada.

Tapi ternyata gak ada seorangpun, dan cahaya yang kulihat ternyata, kumpulan lilin yang membentuk formasi Bintang Terbalik. Tidak mengerti apa maksud dari rangkain lilin tersebut, tapi dua orang tadi, udah hampir tiba kesini juga.

Kemudian aku mencoba bersembunyi di balik bangunan, sambil berpikir, kenapa mereka begitu cepat sampai, padahal tadi aku sudah berlari dan mereka hanya jalan pelan-pelan karena pincang.

Aku liat dari jauh, dan aku coba denger apa yang mereka obrolin. Dan sekarang aku tau, ternyata tujuan mereka daritadi adalah ketempat lilin ini.

Tiba-tiba wanita yang membawa cerulit, memutuskan kepala pria tadi hingga terjatuh, dan langsung mengeluarkan isi perutnya, kemudian dia makan dengan lahap. Aku terkejut melihat kejadian itu, dan disini aku menyadari. Dari banyak film horor yang aku tonton, sekarang aku berpikir, kalau mereka adalah ZOMBIE !!!.

Aku sangat takut dan gemetaran saat itu, bahkan suara rintihanku, terdengar oleh Zombie wanita itu. Saat itu juga, dengan detak jantung yang berdebar-debar, aku langsung pergi berlari dari tempat itu, berlari sangat kencang.

Saat aku berlari aku melihat beberapa kelas tempat ruang belajar, dan sekarang aku sadar, ternyata ini adalah sekolah. Aku gak tau ini sekolah apa, tapi aku berlari terus tanpa henti....

Tiba-tiba aku mendengar ada suara perempuan nangis, dan aku pun berhenti berlari, suara tersebut tepat terdengar di kelas samping sekarang aku berada. Dan aku pastiin itu bukan Zombie, karena aku belum pernah melihat Zombie cengeng saat adegan di film-film. Kemudian aku masuk kekelas tersebut, kelasnya gelap, aku belum bisa melihat dimana tepatnya perempuan itu berada, tapi suara tangisannya terdengar semakin jelas.

Aku nyalain lampu di Handphone, tapi tiba-tiba saja baterainya habis dan mati. Gila, padahal aku belum sempat kirim pesan ke orang tua, sekarang aku berpikir keselamatanku benar-benar terancam.

Aku berusaha hidupin Handphoneku, tapi ternyata udah benar-benar mati. Dan disaat itu, aku sudah bisa merasakan perempuan tersebut ada dimana, sedikit cahaya bulan yang masuk dijendela, membuatku tau dia berada dipojok kelas itu. Aku menghampirinya, dan disaat aku mau bertanya tentang dia. Tiba-tiba saja perempuan itu memeluku, dan sangat erat.

Dia bilang,”Tolong selamatkan aku, bawa aku keluar dari sini ....”.

Aku jawab,”Iya aku akan berusaha keluar, tapi kamu siapa?”.

Dia melepaskan pelukannya dan mencoba menarik napas, seolah menenangkan dirinya dulu.

Kemudian dia menjawab,”Aku Siska anak IPA”.

“Anak IPA? Oh… tapi maaf aku gak sekolah disini, aku gak ngerti sebenarnya apa yang terjadi disini. Ada apa dengan sekolah ini?”

Saat itu, diagak jawab satupun pertanyaanku. Dia hanya diam menggigil ketakutan dan melanjutkan tangisannya.

Aku mencoba menenangkannya,”Aku janji akan bawa kamu keluar dari sini, aku yakin kita pasti bisa pulang, sekarang kita harus bergerak mencari jalan keluar, dan kurasa aku tau jalannya”

Disaat aku berusaha membuatnya bangun, bayangan Zombie yang lengkap dengan cerulit bercucuran darah, terlihat berjalan diluar kelas. Sepertinya dia mencium keberadaanku dan Siska didalam sini.

Siska memegang tanganku kuat, kurasakan tangannya yang hangat itu bergetar dan getarannya membuatku merinding. Karena sementara itu, Zombie sedang membuka pintu kelas dimana sekarang aku berada…

Zombie itu masuk kedalam dengan jalan pincang, dia semakin mendekat. Dan saat itu, aku terus berusaha untuk mendorong Siska keluar lewat jendela. Dan berhasil,,,

Sekarang giliranku keluar, aku berusaha naik dan sekarang aku akan melompat keluar. Tapi, Ya tuhan!!!......

Tiba-tiba aja Zombie itu sudah ada didekatku, dan menahanku untuk meloncat. Tangannya yang dingin memegang kasar tanganku, sekarang aku bener-bener sangat takut, dengan refleks aku karate tangannya.

Dan aku gak percaya ternyata tangannya begitu rapuh. Aku berhasil melompat, tapi potongan tangan Zombie itu masih menempel ditanganku. Segera saja aku lepaskan dan langsung berlari dengan Siska…

Aku berusaha membuat Siska untuk berlari lebih cepat, dan tujuanku adalah kepintu dimana aku masuk ke sekolah ini.

Tapi setelah sekian lama kami berlari, aku masih belum juga dapat menemukan pintu itu. Aku merasa seolah aku dan siska hanya berjalan memutar- mutar saja dari tadi. Aku berhenti dan lagi-lagi yang kutemukan adalah kumpulan lilin yang berformasi bintang terbalik. Aku tidak meminta Siska untuk melanjutkan karena sepertinya dia sangat kelelahan. Namun aku pikir, jika terus disini, Zombie itu pasti akan hadir kesini juga.

Dan ternyata dugaanku benar, di depan kulihat Zombie dengan wajah Wanita kejam, kembali jalan menghampiri kami…

Tanpa pikir panjang, aku langsung menarik Siska untuk segera berlari dan meneruskan pencarian pintu untuk keluar. Walaupun aku heran, aku juga gak nemuin gerbang masuk. Dan anehnya lagi Siska juga gak tau kemana jalan untuk keluar, padahal dia sudah lama bersekolah disini.

Semua gak ada gunanya, sepanjang jalan tadi gak pernah ada pintu keluar yang ketemu. Dan lagi-lagi kami berhenti di tempat dimana Lilin tadi berada. Saat aku merasa usahaku tadi sia-sia, aku gak ingin lanjutin. Dan sekarang aku lihat siska, terlihat sudah bener-bener lelah. Mungkin tadi aku terlalu memaksanya untuk berlari cepat.

Dan aku juga gak mau ditakdirkan mati, disaat keadaanku lelah.

Aku katakan pada Siska, kalau aku punya rencana untuk hadapi Zombie itu…

Siska merasa khawatir, tapi aku jelaskan padanya, kalau memang gak ada cara lain.

Sekarang aku, Siska, dan rasa takut kami, seolah siap untuk menghadapi Zombie Wanita Kejam, Arogan, bersenjata cerulit.

Aku berusaha meyakinkan diri, kalau ini pasti akan berhasil. Tapi tanganku kosong, aku gak bawa senjata apapun. Dan aku baru ingat kalau di Tasku ada dua gunting ukuran besar, aku pikir aku akan menggunakannya...

Lalu aku terkejut keras, ketika mendengar teriakan Siska yang ada disampingku. Oh tidak, sekarang dia sedang diseret oleh Zombie itu. Langsung saja aku dengan cepat menarik Siska, melepaskannya dari cengkraman Zombie gila. Dan aku berhasil, siska langsung menjauh. TAPI, aku rasakan sakit, cerulit itu menusuk dipundakku.

Aku merasakan perih dipundaku, tapi aku berusaha bangun. Dengan refleks, aku langsung menusukan kedua gunting yang kupegang keperut Zombie. Lalu terakhir, aku cabut cerulit yang menusuk dipundakku. Dan dengan mata tertutup, aku tebas kepala Zombie itu dari tubuhnya.

Aku merenung gak percaya kalau aku merasa akan selamat. Siska menghampiriku dan aku bertanya ke dia,”Apakah akan ada Zombie lagi yang datang kesini?”…

“Aku gak tau, dan gak mau tau” dia menjawab seperti itu, dan menariku untuk segera pergi dari tempat ini.

Ternyata dia membawaku kesebuah ruangan, dan itu adalah Ruang OSIS.

Kami masuk, didalam dia langsung mengunci pintu dan menyalakan senter yang ada diruang tersebut.

Sekarang aku tahu, ternyata dia sekretaris OSIS di sekolah ini.

Dia membuka kotak P3K, dan mencoba mengobati luka di pundakku.

Selama didalam Ruang OSIS tersebut, kita banyak bercerita.

Dan sekarang aku tau kenapa dia bisa terjebak disini. Alasannya karena dia pulang kemaleman saat dia sedang membuat laporan kerja disini, dan saat pulang dia ketakutan karena tiba-tiba semua lampu mati, lalu dia melihat seseorang yang menakutkan dari jauh, dan saat itu dia bersembunyi dikelas tadi dimana aku menemukannya.

Dia banyak cerita tentang kejadian yang dialami, terutama tentang Zombie itu. Dan dia merasa kalau Zombie itu adalah Janda yang baru ditemukan mayatnya disekolah ini. Aku sedikit terkejut, dan aku sadar tenyata sekarang ini aku berada di SMA 19.

Aku gak pernah ngerti apa yang terjadi malam ini, padahal semuanya baru aja Devi ceritain tadi saat aku kencan dirumahnya. Aku bernapsu untuk segera cepat-cepat keluar dari sini, tapi Siska punya ide kalau kita akan mencoba keluar saat pagi tiba.

Dan aku setuju karena aku juga takut kalau harus keluar lagi, dan aku berkomitmen untuk tetap berjaga dan gak akan tidur malam ini.

Hingga pukul 2 pagi, aku ngantuk berat dan akhirnya aku tidur juga…. Zzz…

Pagi-pagi aku bangun sekitar jam 6. Langsung aku buka mataku dan membangunkan Siska, yang ternyata masih tidur dan menyandar di sampingku.

Lalu tiba-tiba saja ada yang berusaha mendobrak pintu dari luar, aku dan siska kaget sekaligus kembali takut. Aku mengambil kursi yang siap untuk aku lemparkan, dan saat pintu itu terbuka, aku gak jadi melempar kursi. Karena yang tadi diluar mendobrak pintu adalah polisi dan bukan Zombie.

Aku bersyukur, dan polisi tadi mengajak kita keluar dan sempat menanyakan beberapa hal, karena harusnya sekarang sekolah ini gak ada siapapun, kecuali polisi untuk menindak kasus Kematian Tragis Janda yang mati kemarin.

Aku hanya diam dan Siska yang menjawab pertanyaannya, dan aku gak denger Siska ceritain tentang Zombie yang tadi malam. Walaupun begitu, aku gak percaya Polisi itu percaya juga dan menyarankan kita untuk segera pulang.

Akhirnya aku dan Siska bisa keluar juga, dan kali ini kami keluar lewat gerbang depan sekolah ini. Aku lihat ada tulisan SMA 19.

Anehnya aku gak liat pintu besi yang tadi malam, dan juga aku gak liat tanda-tanda jasad Zombie Janda yang tadi malam aku bunuh, dan gak ada tempat dengan lilin berformasi Bintang terbalik.

Dan sebelum berpisah, aku mengucapkan banyak terimakasih kepada Siska, tapi dia menolaknya dia pikir harusnya dia yang mengucapkan itu.

Dan terakhir sebelum aku pergi untuk pulang, dia sempat menanyakan nama dan status hubunganku sekarang ini. Aku sedikit ragu menjawabnya, lalu aku teringat Devi, dan langsung aku jawab;

“Aku Ajang, dan aku sudah ada ikatan dihati seseorang”

Dia terlihat sedikit kecewa dengan jawabanku itu, tapi aku yakin dan aku harus jujur padanya. Walaupun memang, setelah melewati malam disekolah ini bersamanya, aku sedikit merasakan ada rasa dihatiku kepadanya.

Malam minggu selanjutnya, aku menceritakan pengalaman gila dan anehku. Dan kali ini ditemani ayahnya Devi,  Ternyata ayah devi percaya dengan apa yang aku ceritain, dan dia mencoba menjelaskan.

“Kamu mungkin beruntung jang, kamu tau cerita Zombie dan film yang kamu tonton akan mempengaruhi hidupmu. Dan lilin dengan formasi bintang terbalik itu nampaknya lambang setan yang disuguhkan untuk manusia. Terkadang hal aneh selalu menghampiri orang-orang yang unik di dunia ini”

Sebenarnya penjelasan dari ayahnya Devi cukup panjang, tapi kalimat itu begitu menyerap di dadaku. Dan beruntung sekali, malam ini aku ditawarin untuk ginep dirumah Devi oleh ayahnya, yang seakan melihat, kalau aku masih ketakutan akan kejadian malam minggu sebelumnya.

Paginya aku, Devi dan ayahnya, berjiarah kepemakaman Janda Mati yang aku liat bersosok Zombie sebelumnya pada malam mengerikan itu. Dan aku lihat gak ada tanda-tanda kalau ada mayat yang keluar dari habitatnya. Kami bertiga duduk, dan berdo’a, dengan itu aku akan segera lupain semua hal aneh yang terjadi, dengan harapan gak akan terjadi lagi …

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram