Rabu, 21 Oktober 2015

Label:

Asal Mula Jelangkung, Permainan Horor dari Indonesia

Jelangkung adalah boneka (orang-orangan) yang dilengkapi alat tulis yang tertempel pada boneka tersebut. Jelangkung digunakan untuk memanggil arwah untuk masuk ke dalam boneka tersebut. Jailangkung biasanya digunakan untuk melakukan tanya jawab dengan arwah yang masuk ke dalam boneka tersebut. Jawaban sang arwah diberikan melalui tulisan yang berasal dari alat tulis yang terpasang pada boneka horor tersebut.

Budaya Jelangkung dianggap sama tuanya dengan seni tari atau seni pertunjukan lainnya. Padahal, dari temuan sejarah diketahui bahwa permainan Jelangkung berasal dari Tiongkok yang kini sudah punah, hal ini terungkap dari penelusuran ilmiah terakhir yang dilakukan.

Keberadaan tradisi Jelangkung sudah berusia 1.500 tahun. Bukan hanya sekadar menjadi permainan, namun lebih difungsikan sebagai media untuk bertanya tentang peruntungan atau ramalan. Banyak juga yang menyalahgunakan Jelangkung untuk digunakan dalam permainan judi.


Nama Jelangkung berasal dari bahasa Tionghoa “Cai Lan Gong” yang bisa diartikan secara harfiah sebagai “Arwah Keranjang Sayur”. Bentuk Jelangkung di Tiongkok sedikit berbeda dengan bentuk Jelangkung yang populer di Indonesia. Jika di Indonesia berupa boneka dengan kepala dari batok kelapa, dan bagian tangan yang sudah dipasangi alat tulis. Sedangkan jelangkung Tiongkok menggunakan keranjang sayur sebagai bagian bawah bonekanya agar boneka tersebut bisa berdiri.

Pertama kalinya kata Jelangkung muncul pada teks kuno dari abad ke-5, dan apa yang orang Indonesia lakukan untuk bermain Jelangkung persis sama seperti penjelasan dalam teks kuno tersebut. Seperti boneka Jelangkung yang harus dipakaikan baju, ada lagu atau mantra yang harus diucapkan untuk memanggil arwah agar masuk kedalam boneka Jelangkung, termasuk penjelasan tentang bagaimana Jelangkung dapat bergerak ketika menjawab pertanyaan. Hingga kemudian, alat tulis ditambahkan agar memperjelas jawaban yang diberikan oleh Jelangkung. Belum lagi dengan kunci yang digantung di leher Jelangkung, yang dicelupkan ke dalam gelas kopi atau air putih jika si arwah memintanya.

Jelangkung pada umumnya adalah permainan yang digemari oleh anak muda, digunakan untuk menjawab pertanyaan seperti nomor lotre yang akan menang, atau siapa yang akan menjadi pacar dari siapa.

Sebenarnya sebelum Jelangkung memiliki bentuk seperti saat ini, pernah dikenal pula permainan mistis bernama “Fu Ji”. Permainan Fu Ji menggunakan tangkai kayu berbentuk seperti huruf “Y”. Pada sisi kanan dan kiri dipegang oleh dua orang, sedangkan ujung yang paling bawah bergerak menulis di atas hamparan pasir. Tradisi ini terkait erat dengan agama tradisional Tionghoa, yaitu ajaran Tao yang memiliki banyak metode ramalan.

Kini, tidak hanya menjadi peninggalan budaya kuno, Jelangkung menjadi bagian dari kehidupan populer orang Indonesia. Jelangkung masih menjadi topik yang sering dibicarakan untuk dijadikan film horor yang sukses, dan Jelangkung juga masih menjadi bahan cerita yang imajinatif selama tetap datang tak dijemput, pulang tak diantar.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram