Jumat, 05 Juni 2015

Label:

Fakta Kutukan Firaun Tutankhamun, Apakah Benar Terjadi?

Kisah kutukan Tutankhame sebenarnya mulai muncul pada tahun 1922 ketika Egyptologist Inggris, Howard Carter, menggali mumi Firaun Tutankhame tersebut.

Penggalian ini didanai oleh Lord Carnarvon. Tiba-tiba pada 5 April 1923, tujuh minggu setelah pembukaan makam Tutankhamen, Lord Carnarvon meninggal.

Hal tersebut lantas membuat spekulasi beredar tentang kemungkinan adanya kutukan Tutankhamen yang berlaku bagi siapa saja yang berani memasuki makamnya.

Lampu-lampu di Kairo dikatakan padam pada saat kematian Lord Carnarvon.

Anjing Lord Carnarvon yang bernama Susie diyakini melolong dan mati pada saat yang bersamaan.

Lima bulan setelah Carnarvon meninggal, adiknya mati mendadak. Selain itu, burung kenari peliharaan Howard Carter dimakan oleh ular kobra.

Arthur Conan Doyle, pencipta Sherlock Holmes lantas berspekulasi bahwa kematian Carnarvon mungkin diakibatkan oleh Kutukan Firaun.


Namun spekulasi ini ternyata tidak pernah mendapatkan dasar yang kuat karena ada beberapa fakta yang membantah kutukan tersebut.

Salah satunya adalah Howard Carter, penemu makam Firaun justru baru meninggal 17 tahun setelah pertama kali memasuki makam.

Putri Lord Carnarvon, juga yang merupakan salah satu orang yang ikut memasuki makam, baru meninggal pada tahun 1980 pada usia sekitar 79.

Harry Burton, fotografer resmi untuk Howard Carter meninggal pada tahun 1940.

Dr D.E. Derry yang melakukan otopsi pada mumi Tutankhamen juga baru meninggal hampir 50 tahun setelah penemuan makam.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram