Sabtu, 16 Mei 2015

Label:

Kosan Berhantu di Surabaya, Dharma Rakyat

Cerita ini merupakan kisah dari Rannie Octaria Asyadi. Saat itu kejadiannya ketika ia dan suaminya memutuskan untuk tinggal di kos-kosan yang dekat dengan tempat kerja suaminya setelah selesai melaksanakan resepsi pernikahan bulan sebelumnya. Berikut kisah Rannie tersebut.

Nama saya Rani, pada bulan Oktober 2012, saya beserta suami saya memutuskan untuk tinggal di kos-kosan Surabaya, tepatnya di daerah Dharma Rakyat. Waktu itu tepatnya sebulan setelah kami melaksanakan resepsi pernikahan kami. Kosan yang kami pilih adalah yang dekat dengan tempat kerja suamiku.

Setelah sebulan dan dua bulan berjalan, awalnya dikosan baru ini terasa berjalan baik- baik saja, bahkan kami berdua merasakan kebahagiaan sebagai pengantin baru. Keanehan mulai terjadi pada bulan ketiga. Memang sebenarnya itu rumah kos-kosan adalah rumah peninggalan jaman Belanda, aku dan suami tinggal di lantai atas, dilantai bawah tinggal ibu kos ku pemilik rumah itu, waktupun berjalan,aku merasakan ada hawa aneh dirumah tersebut, bila aku sendirian, ditinggal suamiku kerja, sepertinya perasaan ku ada yang memperhatikanku, tapi entah apa, aku tidak melihat hal- hal yang aneh.


Hanya perasaanku saja, selalu aku melihat ke kamar kosong yang tepat berada di depan kamarku, kamar depan yang kosong itu kebetulan belum ada yang menempati, jadi oleh ibu kos dibiarkan lampunya tidak dinyalakan.

Kejadian mengerikan terjadi ketika suatu malam aku ditinggal futsal oleh suamiku. Entah kenapa aku tidak bisa sedikitpun memejamkan mata, gelisah tidur tak menentu, seperti ada yang melihatku, tapi aku tak bisa melihat wujudnya.

Sampai suamiku pulang kira-kira sekitar jam 1, aku sama sekali tidak bisa tidur, aku sangat-sangat ketakutan, keringat dingin mengucur di seluruh tubuhku, suamiku hanya bisa menenangkanku hingga aku tertidur. Dirumah itu ada pembantu ibu kos ku, sebut saja namanya mbak Onah, mbak onah sering naik ke atas, ke balkon dekat kamarku sekedar untuk menjemur pakaian majikannya.

Tapi aku heran melihat mbak onah,dia seolah-olah takut bila berada sendirian bila sedang menjemur pakaian, hingga aku bertanya," mbak kenapa kok sampean spertinya takut?

"Ah gak kok mbak, cuma takut aja kalo gak ada orang. Nah setelah kejadian itu, aku sering sakit-sakitan , badanku sering panas,tidak kunjung sembuh. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk pindah dari situ, dan mencari kos-kosan lainnya.

Setelah kami pindah, kebetulan ommya suamiku ikut bantuin kami pindahan, dan dia juga bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat mata telanjang, oom nya suamiku bilang kalau ditempat kos-kosan lamaku itu ada penghuninya (mahluk halus) berupa gadis cantik, tinggi semampai, perawakan seperti sinden, serta kecantikannya seperti noni-noni Belanda.

Aku langsung merinding, dan bilang ke oom ku, kenapa om tidak memberi tahuku dari dulu?
Om ku menjawab, gak apa-apa nduk, dia gak mengganggu, cuma melihat kamu aja, jadi efeknya ke tubuhmu, makanya kamu suka sakit-sakitan. Setelah aku pindah, aku iseng-iseng menelpon mbak Onah, dan bercerita kalau aku sudah pindah dari sana, dan mbak Onah pun sudah berhenti kerja di rumah itu. Aku bilang ke mbak onah,

"Mbak,selama aku tinggal di rumah itu, kayak nya ada ssuatu yang aneh gitu yah.."
"Loh iyoo mbak, emang di sana itu ada penunggunya" kata mbak Onah.
"Mbak kok gak pernah cerita sama aku kalo disana ada penunggunya"?? Jawabku
"Iya mbak,kenapa aku harus cerita, soalnya aku sering liat mba, shalat dan mengaji dikamar, jadi buat apa aku cerita, toh ya itu gak mengganggu mbak"kata mbak Onah.

Mbak onah pun bercerita, selama dia kerja dirumah itu, dia sering melihat ada anak kecil berlari larian dibawah tangga menuju kamar atas, pas dicari,tidak ada siapapun, sedangkan ibu kosnya tidak punya anak kecil, mbak onah berfikir anak siapa siang- siang bolong masuk rumah ini, pas dilihat pintu gerbang masih terkunci dari dalam, jadi mustahil anak kecil bisa masuk. Dan mba Onah juga sering mendengar ada suara orang memanggil namanya, tapi pas dicari tidak ada siapapun,padahal posisinya dirumah itu tidak ada siapa- siapa kecuali mbak Onah seorang diri, ibu kos dan suaminya kerja pulang nya sore hari.

Dan terakhir kabar yang aku dengar, rumah itu dulu memang dikamar atas pas depan kamarku itu, kamar kosong itu dulunya dijaman Belanda memang tempat orang bunuh diri,dan tempat pembunuhan. Suamiku juga bercerita pernah melihat seperti bayaangan orang lewat didepan kamar, tapi pas dilihat oleh suamiku keluar kamar tidak ada siapa- siapa , suamiku gak pernah cerita kepadaku, dia gak mau aku takut dengar ceritanya. Tapi alhamdulillah aku gak pernah melihat sesuatu yang anehpun, aku hanya merasakan tapi tidak pernah melihat secara langsung.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram