Selasa, 12 Mei 2015

Label:

Kisah Hantu Mengerikan di Kampus UI Depok

Kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat, ternyata banyak menyimpan kisah mengerikan. Aura mengerikan dan mistis itu semakin terasa ketika berjalan dilingkungan kampus yang banyak pepohonan itu, apalagi saat malam hari.

Kisah misteri beredar dari kalangan mahasiswa, baik yang pernah mengalaminya sendiri, maupun melalui cerita dari mulut ke mulut. Dari mulai taksi hantu di pintu masuk Gerbatama UI, hingga yang paling terkenal adalah penampakan hantu bergaun merah atau berkebaya merah.

Cerita itu bukan hanya sekedar karangan saja. Cerita itu memang diakui sudah biasa dialami dan didengar oleh Kepala Satpam UI, Namin. Dia banyak bercerita mengenai kampus UI beserta dengan kisah-kisah hantunya.


"Betul, banyak anggota saya atau mahasiswa bercerita tentang penampakan hantu 'Si Merah'. Terkenal dengan nama itu. Sebenarnya sebelum Rektorat dibangun memang sudah ada kisahnya dari cerita warga di Depok sini," ujarnya di Gedung Biru, Kampus UI Depok.

Banyak versi yang menyebutkan asal usul dari penampakan Si Merah. Menurut mahasiswa, Si Merah biasa disebut hantu kebaya merah adalah mahasiswa yang mengalami kecelakaan sebelum diwisuda, sehingga sebelum meninggal ia mengenakan kebaya berwarna merah.

Namun menurut tukang ojek bernama Edi, Si Merah merupakan gadis yang bunuh diri karena patah hati. Tetapi lain lagi versi Kepala Satpam UI, Namin.

"Banyak yang bilang kalau Si Merah itu adalah istrinya jawara di Beji sini, namanya Kong Riman, meninggalnya karena hal yang tidak jelas sebabnya," ungkapnya.

Namin sendiri mengaku belum pernah melihat sosok penampakan Si Merah. Namun ia memang mengakui bahwa fakultas yang paling angker selama ini adalah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) karena didukung dengan lingkungannya yang mengerikan.

"Si Merah saya belum pernah ketemu. FIB paling banyak, sebab di FIB dulu ada semacam empang atau mata air, di situ kata orang sih angker, tetapi sekarang setelah pembebasan sudah jadi danau," ungkapnya.

Kisah Si Merah, memang kerap muncul di sejumlah tempat. Di antaranya di Rektorat, menara air, hingga bis kuning (bikun).
 
Cerita Namin dan tukang ojek juga dibenarkan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Edi. Menurut cerita teman - temannya, saat pulang malam hari, Si Merah kerap menampakan diri di belakang kaca bis kuning.

"Kadang ada di bikun yang lama tapi, bikun yang enggak pakai AC, sering di belakang bus. Pas busnya jalan dan malam hari. Gaun merah. Sampai sekarang ceritanya masih ada, ada saja yang suka lihat. Itu cerita - cerita teman yang balik ke asrama sih," ungkapnya.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram