Sabtu, 10 Januari 2015

Label:

Mengenal Lebih Dekat Sosok Kuntilanak

Dalam televisi, kuntilanak digambarkan sebagai sosok wanita menyeramkam berpakaian putih dan berambut hitam dan panjang. Kuntilanak juga sering dihubungkan sebagai penculik / pemangsa bayi. Namun bagaimana sebenarnya kisah kuntilanak ini?

Kuntilanak dalam bahasa Melayu disebut Puntianak atau Pontianak, adalah hantu yang dipercaya berasal dari wanita hamil yang meninggal sementara anaknya masih dalam kandungannya.


Selain di melayu, Kuntilanak sebenarnya juga dikenal di daratan Eropa. Cerita rakyat di daratan Eropa mengkisahkan tentang sesosok makhluk yang bernama Banshee. Khususnya di Inggris ada juga yang namanya Jenny Greenteeth. Jika dilihat dari ciri-cirinya, Banshee dan Kuntilanak sebenarnya memiliki kemiripan, yaitu :

  • Sering tertawa melengking / cekikikan
  • Menangis tersedu-sedu dan menyeramkan
  • Suka berada di bangunan tua atau bangunan yang belum jadi 
  • Sering juga di sekitar sungai, danau, atau kolam
  • Menyukai daging anak-anak

Dalam cerita rakyat Melayu, sosok Kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik yang punggungnya berlubang. Kuntilanak dikisahkan sebagai makhluk gentayangan yang menghantui penduduk kampung karena ingin membalas dendam.

Menurut cerita yang beredar, Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja atau melati. Konon katanya laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. 

Kuntilanak juga senang memakan bayi dan mengganggu wanita hamil. Dalam cerita dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak dikisahkan membunuh mangsanya dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk. Mungkin hal ini sama halnya dengan vampir. 

Menurut tradisi Sunda, Kuntilanak tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Hantu yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut Sundel Bolong. 

Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempatnya untuk duduk santai. Salah satunya adalah pohon waru yang tumbuh condong ke samping (sering disebut "waru doyong"). 

Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi.

Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. 

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram