Selasa, 13 Januari 2015

Label:

Kisah Hantu Wanita Penunggu Pohon Mangga

Kisah ini berawal ketika seorang wanita muda berumur 22 tahun dan bernama Susi (nama samaran) memutuskan untuk keluar rumah pergi ke warung pada malam hari. Ketika itu kondisi cuaca sedang kurang baik. Saat itu terlihat angin berhembus cukup kencang yang membuat daun-daun kecil terlihat berterbangan.

Susi tidak mengira bahwa akan ada kejadian menyeramkan yang akan terjadi pada dirinya pada malam itu. Dalam perjalanannya, Susi harus melewati sebuah rumah kosong tak terawat yang memiliki pohon mangga cukup besar dihalamannya. Perasaannya saat ini mulai gelisah karena ketika melintasi rumah tersebut ia teringat akan kisah yang diceritakan warga setempat mengenai pohon mangga yang ada didepan rumah kosong tersebut.


Konon katanya, pohon mangga itu menyimpan sejarah mengerikan. Pohon mangga itu pernah digunakan sebagai tempat gantung diri dan menjadikan pohon itu angker. Hal itu juga yang menyebabkan tidak ada yang mau membeli dan menempati rumah menyeramkan itu.

Kembali ke cerita Susi, pada saat Susi tepat melintasi rumah itu, Susi mendengar ada suara wanita bersenandung dari arah rumah kosong itu. Seketika bulu kuduknya langsung berdiri. Awalnya Susi tidak berani menoleh ke arah rumah tersebut sambil mempercepat langkahnya. Namun bukannya ia berhasil melintasi rumah tersebut, ternyata Susi tidak pernah sampai berhasil melewati rumah itu. Rumah itu seakan-akan menjadi sangat lebar. Seberapa jauh pun Susi berjalan, ia masih tetap saja berada di depan rumah tersebut.

Akhirnya Susi memberanikan diri menoleh ke arah rumah kosong itu, seketika muncul sosok wanita menyeramkan tepat didepan wajah Susi. Saat itu juga Susi langsung tak sadarkan diri.

Keesokan harinya, Susi dilaporkan hilang dan tidak diketemukan hingga saat ini. Konon kabarnya Susi telah "diculik" oleh hantu masuk ke dunia mereka. Ada juga yang menduga bahwa Susi dikurung didalam rumah itu dalam ruang rahasia yang tidak pernah ada yang mengetahuinya.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram