Jumat, 15 November 2013

Label:

Kejadian Menyeramkan di Kick Andy Metro TV

Kejadian menyeramkan ini bermula ketika acara Kick Andy Metro TV mengundang Raja samu Samu VI untuk menjadi salah satu Narasumber di acara tersebut. Sebenarnya, sebelum kejadian horor ini terjadi, awalnya Raja Samu Samu VI sudah menolak secara halus ajakan dari kru Metro TV.

"Berilah kesempatan kepada Raja dan Sultan yang lain saja, apalah artinya Raja Samu Samu VI bila ada yang lain dan sangat mengaharapkan dapat tampil di televisi".

Raja Samu Samu VI memberikan rekomendasi nama-nama dan nomor telepon Raja dan Sultan kepada Staff Kick Andy (Nona Fanny) yaitu :

- Kesultanan Banten - YM. Tubagus Ismetullah Al-Abbas
- Sultan Palembang - YM. Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin
- Sultan Skala Brak Lampung (saat itu tidak diketahui nomor teleponnya).

Beberapa hari kemudian Andy F. Noya tetap mencoba untuk mengundang Raja Samu Samu VI untuk menjadi salah satu Narasumber acara Kick Andy di Metro TV. Akhirnya kira-kira pada hari Jum'at, 26 Oktober 2008, Raja Samu Samu VI memutuskan untuk menerima undangan tersebut dan hadir ke Studio Kick Andy di Kompleks Metro TV - Kedoya, Jakarta Barat.

Selain Raja Samu-Samu VI, beberapa narasumber lain juga datang saat itu, antara lain adalah Sultan Muda Deli, Sultan Skala Brak Lampung bersama Perdana Menteri Kesultanan Skala Brak Lampung, Raja Samu Samu VI, Putra Mahkota Raja Gowa dan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.


Pengambilan gambar pertama dengan narasumber Sultan Muda Deli awalnya berjalan lancar. Begitupun dengan pengambilan gambar kedua dengan narasumber Sultan Skala Brak Lampung juga berjalan dengan lancar.

Nah saat pengambilan gambar ketiga bersama Raja samu Samu VI, kejadian aneh dan seram mulai terjadi.

Meskipun setelah itu yang keempat; Putra Mahkota Raja Gowa (lancar), dan kelima; Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, sudah berjalan lancar kembali.

Kronologi kejadian horor tersebut sudah terjadi saat sebelum Raja Samu Samu VI naik dan masuk ke panggung, terlebih dahulu Pemangku Adat Kepulauan Kisar (Boetje Balthazar) meletakkan perangkat adat berupa Sirih-Kapur-Pinang dan 1 buah sloky (terlebih dahulu sudah mendapat ijin dari Crew Kick Andy), kemudian barulah Raja Samu Samu VI keluar dari latar belakang panggung dan disambut oleh Andy F. Noya, dan dipersilakan duduk berhadapan.

Ketika pertama kali pengambilan gambar dimulai, Andy F. Noya menanyakan "Raja Samu Samu apakah pakaian kebesaran Raja Samu Samu sesederhana ini?"

Sebelum menjawab, Raja Samu Samu VI menyampaikan kata pembuka terlebih dahulu dihadapan banyak orang "Sebelum beta mulai, beta memohon maaf kepada Tetek-Nenek Moyang, Opa-Oma, Raja - Raja seluruh Negeri di Maluku dan Basudara yang ada di Maluku maupun dimanapun berada", selanjutnya Raja Samu Samu VI menjawab " alhamdulillah beta dapat memakai pakaian seperti ini, tapi bila YM. Andy mau beta memakai pakaian kebesaran Raja Samu Samu asli-nya dari Kulit Kayu".

Saat itu Andy F. Noya mengulangi perkataan Raja Samu Samu VI kepada para hadirin yang hadir menonton di studio "bapak-bapak, ibu - ibu; Raja Samu Samu bilang kalo pakaian ASLI-nya adalah dari Kulit Kayu" selanjutnya para hadirin tertawa semua.

Kemudian Andy F. Noya melanjutkan pertanyaannya "Kerajaan Samu Samu ada pada abad XVI, apakah Kerajaan Samu Samu saat ini masih eksis? dan siapa Raja pertamanya ?", Raja Samu Samu VI menjawab "Bahwa kehadiran beta adalah untuk mengangkat kembali jati diri, selama ini Mutiara yang hilang telah ditemukan kembali, dan Raja Samu Samu pertama adalah..."

Ketika itulah seluruh lampu berkedip-kedip kemudian ruangan dalam studio Kick Andy di Metro TV tidak ada cahaya penerangan dan menjadi gelap. Pengambilan gambar saat itu langsung dihentikan.

Beberapa menit kemudian beberapa Crew Kick Andy menghampiri Andy F. Noya, dan berbisik-bisik mengatakan sesuatu, lalu Raja Samu Samu VI bertanya "ada apa YM. Andy?", Andy F. Noya menjawab "kenapa bisa begini Raja Samu Samu ?", Raja Samu Samu VI membalas "tadi kan YM. Andy menanyakan tentang nenek Moyang"

Kemudian Raja Samu Samu VI bangkit dari duduk meminta ijin kepada Andy F. Noya untuk berdo'a dibelakang dinding dekor panggung, ketika Raja Samu Samu VI berdo'a sambil berdiri dibalik dinding dekor beberapa detik kemudian seluruh ruangan kembali terang benderang, dan seorang Crew yang berada dekat Raja Samu Samu VI dibalik dinding dekor tersebut meminta kepada Raja Samu Samu VI untuk kembali ke panggung. Saat Raja Samu Samu VI telah duduk kembali dihadapan Andy F. Noya, pengambilan gambar dimulai lagi.

Andy F. Noya kemudian bertanya lagi "selama 3 tahun Kick Andy ada tidak pernah terjadi seperti ini, Raja Samu Samu sebenarnya apa yang terjadi ?", maka Raja Samu Samu VI menjawab "ini mungkin kesalahan teknis saja".

Kemudian Andy F. Noya mengulangi kembali perkataan Raja Samu-Samu VI kepada para hadirin yang menonton di studio tersebut "bapak - bapak, ibu - ibu, Raja Samu Samu bilang ini hanya kesalahan teknis saja" sambil tertawa diikuti para hadiri.

Kemudian Andy F. Noya bertanya lagi "Dimanakan batas wilayah kekuasaan Raja Samu Samu?", maka sebelum Raja Samu Samu VI menjawab, seluruh lampu berkedip - kedip kembali dan ruangan kembali menjadi gelap. Andy F. Noya dan Raja Samu Samu VI masih tetap pada posisi duduk diatas panggung.

Beberapa menit kemudian kembali Crew menghampiri Andy F. Noya, kemudian Andy mengatakan "Raja Samu Samu bagaimana nih, tolong agar lampu dapat hidup kembali", kemudian Raja Samu Samu VI berdiri dan berjalan ketepi muka panggung menghampiri Pemangku Adat Kepulauan Kisar (YM. Boetje Balthazar) yang berada duduk disana "Bung Boetje tolong minta Dems dan Dade buat do'a". Dan ruangan kembali menjadi terang.

Begitu Raja Samu Samu VI kembali duduk dihadapan Andy F. Noya, lampu kembali berkedip-kedip dan ruangan studio kembali menjadi gelap, datanglah beberapa Crew menghampiri dan membisikan Andy F. Noya, kemudian Andy F. Noya mengatakan "Raja Samu Samu, ibu - ibu melihat ada banyak yang bergelantungan diatas, ada apa?", Kabarnya ketika itu ada ibu-ibu yang melihat penampakan hantu di acara Kick Andy Metro TV tersebut.

Mendengar dan melihat situasi dan kondisi ini Raja Samu Samu VI permisi dan bangkit dari kursi dihadapan kepada Andy F. Noya untuk melakukan do'a diluar studio, ketika berada diruang ruangan bersama kerabat Raja Samu Samu VI merasakan tubuhnya semakin berat, kemudian berlajan perlahan keruang tunggu VIP yang berada tidak jauh dari studio Kick Andy. Saat di ruang tunggu VIP, Raja Samu Samu VI bersama kerabat Samu Samu melakukan do'a bersama, usai do'a Raja Samu Samu VI langsung muntah - muntah dan merebahkan tubuh untuk menstabilkan tubuh untuk beberapa menit lamanya. Ketika Raja Samu Samu VI bersama kerabat Samu Samu melakukan do'a diruang tunggu VIP, maka ruang studio kembali terang dan saat Crew Kick Andy datang dan masuk meminta Raja Samu Samu VI untuk kembali ke studio karena lampu sudah menyala lagi, maka Raja Samu Samu VI menyampaikan "biar yang lain saja yang masuk".

Setelah Raja Samu Samu VI merasa cukup stabil untuk berdiri dan berjalan, maka Raja Samu Samu VI bersama kerabat Samu Samu kembali masuk ke ruang studio, saat itu Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Palembang masih berada diatas panggung bersama Andy F. Noya, dan para hadiri melihat kehadiran Raja Samu Samu VI dalam ruang studio tersebut, ketika seorang Crew Kick Andy bertanya "apakah Raja sudah siap", Raja Samu Samu VI menjawab "Siap", dan ketika Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Palembang usai menyanyi, maka Andy F. Noya memanggil Raja Samu Samu VI untuk maju dan naik keatas panggung, lalu Andy F. Noya menutup acara malam itu.

Catatan PENTING :

1. Bahwa asal - usul Raja Samu Samu adalah Raja Adat dan Raja Besar.

2. Bahwa adat bagi Raja dan masyarakat Maluku masih sangat kental dan memang masih berlaku dari sejak dahulu, yaitu bila seseorang dan atau lebih dari seorang ingin membicarakan hal yang berkaitan dengan keturunan (tetek-nenek moyang) harus memenuhi syarat adat dengan mempersiapkan Sirih, Kapur, Pinang, dan Minuman Sopi (saat Sopi dilarang oleh agama, maka Sopi bisa saja diganti dengan minuman yang tidak dilarang oleh agama). Jadi ketika Raja Samu Samu VI akan diajak bicara tentang keturunan, maka Raja Samu Samu VI telah mempersipkan syarat adat, namun seharusnya yang mengundang dan yang akan mengajak bicara tentang keturunaan orang lain juga harus memenuhi syarat adat dan terlebih dahulu melakukan berdo'a bersama untuk meminta ijin dan restu kepada Tuhan Y.M.E dan tetek-nenek moyang yang sudah tidak ada (wafat).

3. Bahwa adat yang ada hampir diseluruh Negeri di Maluku, sejak jaman dahulu; seseorang dilarang untuk memberitahukan Silsilah (asal-usul keturunan) dan biasanya Silsilah iu dirahasiakan bagi orang lain, kecuali bagi keturunannya sendiri. Memberitahu Silsilah (asal-usul keturunan) kepada orang/pihak lain adalah PAMALI atau PANTANG atau TIDAK DIPEBOLEHKAN dan dipandang berbahaya bagi keturunan itu sendiri. (penjelasannya tidak diuraikan disini).

4. Bahwa adat Raja Samu Samu (mungkin juga bagi Raja - Raja lain di Maluku), bahwa Nama Asli Raja tidak diperbolehkan disebut, diucapkan disembarang tempat kecuali memenuhi syarat adat, dan batas - batas wilayah kekuasaan seorang Raja atau Kerajaan tidak diperbolehkan diketahui oleh orang lain atau oleh umum, disebut PAMALI atau PANTANG atau TIDAK DIPERBOLEHKAN dan dipandang berbahaya bagi Raja atau Kerajaan itu sendiri. (penjelasannya tidak diuraikan disini).

5. Bahwa ketika Raja Samu Samu VI tampil dengan mengenakan pakaian adat yang sederhana, namun ada pertanyaan yang seolah - oleh merendahkan pakaian adat tersebut, maka disitulah awal dari salah satu pengantar dari terjadinya peristiwa kegelapan di studio; kesimpulan : "bila dipersoalkan (1) pakaian adat Raja Samu Samu yang sederhana, (2) Jawaban yang bijak dari Raja Samu Samu mengatakan "ini mungkin kesalahan teknis" yang kemudian ditertawakan, (3) Mempertanyakan Nama Raja Samu Samu pertama dan batas wilayah kekuasaan, maka yang terjadi adalah atas kehendak Tuhan Y.M.E. dan para tetek-nenek moyang Raja - Raja Samu Samu yaitu agar Raja Samu Samu VI tidak usah diambil gambarnya pada saat itu".

6. Bahwa adat-istiadat Raja Samu Samu tentunya tidak sama dengan Raja dan Sultan yang lain, sehingga penjelasan ini tentunya tidak melibatkan dan tidak membawa Raja dan Sultan yang lain, walaupun mungkin ada yang sama atau hampir sama masalah adat-istiadatnya.

Yang terpenting adalah kehadiran Raja Samu Samu VI dalam acara Kick Andy Metro Tv adalah untuk mengangkat kembali jatidiri (identitas) Raja Samu Samu serta Raja dan Sultan Nusantara yang ada di bumi Nusantara - Indonesia, yang sebenarnya adalah kekayaan (aset) budaya Bangsa dan Negara yang harus dipertahankan dan dijaga serta dipelihara dengan baik, yang menjadi salah atu sumber devisa bagi Negara. Suatu Bangsa dan Negara tidak akan menjadi besar dan kuat, apabila tidak mengenal sejarahnya sendiri.

Bahwa dengan telah ditayangkan penampilan Raja Samu Samu VI dalam "Dairy Kick Andy" di Metro TV, pada hari Jum'at (malam), 9 April 2010, jam. 21.30.WIB serta tayangan ulang pada hari Minggu, 11 April 2010, jam.15.30.WIB, yang turut dilihat/ditonton oleh seluruh keluarga, kerabat, sahabat mulai dari Nangroe Aceh Darussalam sampai Papua dan seluruh masyarakat Indonesia sampai di rekan - rekan yang tinggal di Brunei Darussalam dan Malaysia, maka atas nama Raja Samu Samu VI beserta keluarga besar menyampaikan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada Yth. Andy F. Noya dan Metro Tv.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2015 Terseram. All rights resevered. Designed by Templateism. Modified by Terseram